Sudah Siap, Nikah ?

Wahai akhy…….

Cukup Allah bagiku

Cukup Allah bagiku

Kenapa kau pandangi ia demikian ?? Bukan kah dia istrimu ???

kembali mungkin kau berfikir tentangnya saat kau pandangi ia…..

Dia tengah memunculkan raut asli nya dalam kondisi pakaian dinasnya, berpasang wajah tanpa vermak berbasuh keringat dengan wangi khasnya. Sungguh, ia sedang bertugas…..

Dia lah wanita yang telah kau setujui agama, akhlaq dan parasnya bukan ???

Sedu sedannya pun tak kunjung henti

“Halah, mudah sakit hati sekali orang ini ……..!!!”

Dan…

Baca lebih lanjut

Iklan

Dan…Aku pun Jatuh Cinta

Ana sayang anti…….ana kangen banget……

Wanita mana yang tidak terbuai dengan kata-kata manis yang terucap demikian ?? Tentulah keindahan ini hanya akan berbuah kebahagiaan sejati tatkala teruntai pada mahligai suci Sunnah Rosulillah Shalallahu ‘Alaihi Wa salam. Pastinya noda tertoreh, fitnah merajai manakala tak mengikuti Kehendak-Nya.

Sungguh saudariku, indah terasa balasan penjagaan terhadap diri di dunia dan di akhirat dari-Nya. Engkau kan merasa cukuplah hanya balasan dari-Nya….Indah yang tak terbilang tatkala mendengar satu kata keluar dari lisan insan yang Allah gariskan tuk cintaimu dan bukan cinta sebelum masa petiknya.

ayat2.jpg

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)

Memang tak ada yang menyalahi jika kau jatuh cinta pada sosok indah. Adalah wajar cinta dan mencintai tapi layaknya buah ranum, makin sedap jika pada waktu siap panen namun waktu sedemikian akan membusuk jika tersimpan terus. Maka tak ada jawaban yang lebih mulia selain PERNIKAHAN.

Terkadang banyak duri terlihat dalam daging dapat kita sebut bagi mereka para makhluk mulia yang Allah telah anugerahkan ilmu padanya. Pengakuan lisan sebagai Ath-Tholibul ‘Ilmy namun Alakulihal, ia lah duri yang termaksud. Akhlaqnya….tak tercermin dalam pakaian yang disebutnya pakaian taqwa. Pacaran ala ikhwah ?? Bertelpon-telpon ria atau sms ??? chating ??? tanpa keterdesakkan….atau dengan alasan ta’aruf tuk menuju mahligai pernikahan ??? (tapi, koq tenggang waktunya lama)

Kalau belum siap jujurlah pada diri dan tahan syahwat mu yang menajdikan kau khilaf tuk “Katakan Cinta” pada si bukan hak mu. Maka, menikahlah saudaraku….

Kata untuk Ummy…….

Ummy….

Saat dalam kandungan, kau jaga benar diri lemah ini

Di kala terjaga atau pun terlelapmu, tak luput kehati-hatian menjadi benteng

Karenaku,

Kau tak nafsu makan

Sulit sekali pastinya kau melangkah

Dan pasti, tidurmupun tak lelap

Ummy….

Saat ku terlahir, entah mengapa senyum mu lebar sekali

Sepertinya, kau nikmati benar saat-saat itu

Padahal,

Ku tahu sakit pastinya kau rasa itu

Kau pertaruhkan nyawamu buu…

Pelukmu begitu menenangkanku yang sangat takut saat itu

Ummy…..

Berkali-kali kurepotkanmu,

Saat makanmu, aku buang air besar buu…

Saat tidurmu, ku ganggu engkau dengan tangisanku…

Tapi, selalu kau utamakan ku

Entahlah bu,

kufikir tak layak kudapatkan itu….

karena sampai kini pun aku belum bahagiakanmu

Ummy…….

Apakah kelak ku kan mampu menjadi ibu yang baik sepertimu ???

Risau sungguh hati ini….

Amanah itu mengusik relung hatiku

Kini,

Kau sudah tua….tapi belum juga ku bahagiakanmu

Sampai kapan kuterus begini ummy ???

Belum juga ku buat kau bangga miliki anak sepertiku

Do’akan anakmu, semoga segara dapat kupenuhi bahagiamu

Jangan nikah kalau demikian !

manikah lah...

menikah lah...

L : “eh, elo kalo mo nikah bararti harus siap !!!”

D : “Ya iya lah…..”

L : “Gue mah entar-entaran aja !”

D : “Mang napa ???”

L : “Yang namanya dah siap nikah berarti harus siap juga dicere’ !!!”

D : “waduh…”

L : “Yaiya lah, lo juga harus kerja ! biar bisa nafkahin anak lo nantinya. Jangan cuman tergantung ma suami !

mang dia sapa loo ??! dia kan juga orang lain yang bisa ja nyerein lo kapan dia mau !!!”

D : “Iya juga sih…makanya nih gue mau cari kerjaan yang paten”

Wuiihh….

Percakapan luar biasa !!! Yah, inilah mungkin problem sebagian kaum hawa yg melintas dalam fikirnya hingga menghalangi langkahnya menuju jenjang suci tersebut.

Baca lebih lanjut