“Dan Dia (Allah)lah yang mengetahui apa2 yang berada di dalam rahim”

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan :

“Bagaimana mengkorelasikan antara ilmu kedokteran yang berkembang saat ini ketika menjelaskan tentang jenis kelamin yang berada di dalam rahim seorang ibu (baik itu penyebutan laki-laki atau perempuan), dengan firman Allah :

“Dan Dia (Allah) lah yang mengetahui apa-apa yang berada di dalam rahim”.[Luqman : 34]

Selain itu bagaimana dengan penafsiran beberapa ulama seperti yang disebutkan di dalam tafsir Ibnu Jarir dari Mujahid, bahwasanya datang seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apa yang dilahirkan oleh isterinya. Kemudian Allah menurunkan ayat tersebut di atas –demikian halnya yang disebutkan dari riwayat Qatadah-, Lalu bagaimana kekhususan yang dikandung dalam keumuman firman Allah : “Apa-apa yang berada di dalam rahim”?

Baca lebih lanjut

Jaga Anak dari IPD

Tahukah kamu ???

IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptococcus pneumoniae). Bakteri tersebut secara cepat dapat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasif) serta dapat menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) yang biasa disebut
radang otak.

Penelitian menunjukkan, sebagian besar bayi dan anak di bawah usia 2
tahun pernah menjadi pembawa ( carrier) bakteri pneumokokus
di dalam
saluran pernapasan mereka. Oleh karena itu, bayi baru lahir hingga
bocah usia 2 tahun berisiko tinggi terkena
IPD.

Yang paling fatal bila bakteri pneumokokus menyerang otak. Pada kasus-kasus meningitis seperti ini, kematian akan menyerang 17% penderita hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah terserang. Kalaupun dinyatakan sembuh umumnya meninggalkan kecacatan permanen, semisal gangguan pendengaran dan gangguan saraf yang selanjutnya memunculkan gangguan motorik, kejang tanpa demam, keterbelakangan mental dan kelumpuhan.

Dari ketiga bakteri yang biasa menyebabkan meningitis (Streptococcus
pneumoniae, Haemophilus influenzae type B, dan Neisseria
meningitis), Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang
seringkali menyerang anak di bawah 2 tahun. Meningitis karena
bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu
48 jam. Bila sembuh pun sering kali meninggalkan kecacatan permanen.

Dan ternyata, penyakit IPD ini telah mengorbankan 2000-3000 bayi di Amerika.

So, kita semua wajib memperhatikan tempat2 hiburan, tempat bermain buat anak2 kita. Jangan sampai memilih tempat bermain yg tidak sehat seperti kolam bola. Kenapa ??? Tunggu postingan selanjutnya.
Semoga Allah Azza selalu melimpahkan kekuatan buat kita semua dalam menjaga anak2 yg diamanahkan-Nya, amiin…

Hati-Hati dengan Al-Qur’an Salah Cetak !!!

“Seseungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.”

( QS Al-Hijr : 9 )

Betapa indahnya Allah yang begitu Pengasihnya menurunkan sebuah petunjuk Mulia_Al-Qur’anul Karim pada hamba-hamba Dhoif-Nya. Bukan hanya itu, tak tanggung-tanggung Allah sendirilah yang langsung menjaganya. Dan itu janji-Nya yang tak pernah salah.

Bulan Ramadhan dengan salah satu keutamaan di antara keutamaan lainnya adalah dengan diturunkannya Al-Qur’an di dalamnya. Pastilah hal ini akan membuat diri-diri para Pecinta Penciptanya kan tak dapat mengalihkan hasrat kerinduannya pada Kekasihnya itu yang pada akhirnya dilampiaskannyalah pada “Surat Cinta” Rabbul’Alamin yang senantiasa dibacanya siang malam.  Sebagaimana Allah Ta’ala sabdakan :

“…Bulan Ramadhan yang di dalamnya ditunkan Al-Qur’an…” ( QS Al-Baqoroh : 185 )

Tapi, entah disadari atau tidak akhir-akhir ini banyak bermunculan Al-Qur’an salah cetak.

Baca lebih lanjut

Daftar Jajanan Anak tak Aman

Boleh dikatakan bahwa anak adalah pembeli yang potensial, poster powernya bisa memaksa orang tua untuk membelikan sesuatu yang diinginkan meski terkadang tak sesuai dengan yang dikehendaki orang tua. Termasuk juga dalam soal jajanan (snack). Para produsen makanan ringan turut menjadikan anak sebagai sasaran produk yang dihasilkan karena anak-anak memiliik rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu. Dengan landasan inilah para penjual berusaha menjajakan aneka jajanan dengan berbagai cara dari cara paling cerdik sampai cara yang sangat picik. Baik melalui iming-iming hadiah, kemasan menarik, rasa yang menggoda selera, termasuk pula lewat gempuran iklan dahsyat di televisi yang begitu menggoda.

Alakulihal, didapatilah banyak anak masa kini candu terhadap segala jenis jajanan padahal tak semua jajanan anak aman dikonsumsi. Salah satunya adalah Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dibubuhkan. Sebagai contoh misalnya, penambahan zat aspartam yang dalam riset medis telah terbukti menimbulkan KANKER (kali ini bukan KANtong KERIng looh) bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Berikut ini adalah merek jajanan anak tak aman berdasarkan survey dan hasil temuan Lembaga Konsumen Jakarta.

Baca lebih lanjut