Mengapa dengan cinta ???

hanyutlahhhh.......

cermin hitam

Mengapa cinta bunga sebelum bertangkai semerbak kembali ??
Apa itu ternama J.A.H.A.T ………..

Bunga tak ingin lukai tangkainya sendiri tentunya
Tapi mengapa dengan cinta ???

Menghanyut saja bersama tiupan semilir angin awal pagi
dan menghangatlah mentari bersama do’a-do’a
Tapi mengapa ini tidak ???

Huh…….
Si tangkai kembali menyapa dan rintik debarnya mulai membasahi matanya
Bukan tak senang atas sapa nya….malah berbalik….
Sangat-sangat senang……..

Tapi, apa ini salah……..
Maaf…..

Lalu, mengapa dengan cinta ???
Iklan

Sapa hari ini

Hanyut Sudah

Pagi ini……

gemuruh nian tabuhan pilu

Menyeruak dan memuncak tiada tara

Benarlah bahwa bukanĀ  baru melara

Uji terlalu merangkul hati ataukah lemah berbaur asa

Harap lentera sinari hati…..malah silaukan isinya

Harap gemerciknya basuh yg merontanng…..berbalik banjirkan kerlip

Di lain sisi ada perangkul setia

Namun, ada pula yang coba perbaiki semua dan lari dari rajutan di sebelumnya

Qodarullah, lekasnya tak bertanda maka terdahulu lah

…..Postingan Terburukku…..

Cinta ini untukmu Palestina…..

Adik-adik kecilku...

Adik-adik kecilku...

Tak banyak berani ku tengok tangis mu

Luka ini belum mengering turut jua segera ditimpa luka baru

Tak tega…..Sungguh

Tak banyak yang bisa kuberi untukmu

Cukup lah Sang Penggenggam Ruh mengetahuinya

Tak berarti……..mungkin

Saat Bom-bom itu menghujam adik-adik kecilku….

Saat zionis laknatullah hancuri kehormatan saudari-saudariku….

Bukan berarti kuingin menari di atas lukamu, Sungguh

Bukan berarti kunikmati deritamu, Tidak sama sekali

Kumencintaimu….Palestinaku

Tapi, ruang ini terbuka tanpa disengaja

Sebelum ku ketahui kau terluka dalam saat ini

Maafkanku….Palestinaku……

Ku kan coba pastikan cinta untukmu mendapat ruang tersendiri di kalbu

Percayalah, bumi turut menyaksikan gemparnya kebiadaban Yahudi terlaknat

Desiran ombak di samudrapun turut merasakan mengalirnya darah-darah para pejuangmu

Bahkan, amisnya telah membuat seantero jagat turut mencium kebengisan para musuh Allah Ta’ala

Kapankah pertolongan Allah datang ???

Yakinlah saudaraku….

Kembalilah pada-Nya dengan dekapan ketaqwaan dan kemurnian Aqidahmu

Ku yakin, senyummu kan merekah

Jika mungkin belum sekarang, mungkin esok

Atau pula di Jannah-Nya kelak

Kata untuk Ummy…….

Ummy….

Saat dalam kandungan, kau jaga benar diri lemah ini

Di kala terjaga atau pun terlelapmu, tak luput kehati-hatian menjadi benteng

Karenaku,

Kau tak nafsu makan

Sulit sekali pastinya kau melangkah

Dan pasti, tidurmupun tak lelap

Ummy….

Saat ku terlahir, entah mengapa senyum mu lebar sekali

Sepertinya, kau nikmati benar saat-saat itu

Padahal,

Ku tahu sakit pastinya kau rasa itu

Kau pertaruhkan nyawamu buu…

Pelukmu begitu menenangkanku yang sangat takut saat itu

Ummy…..

Berkali-kali kurepotkanmu,

Saat makanmu, aku buang air besar buu…

Saat tidurmu, ku ganggu engkau dengan tangisanku…

Tapi, selalu kau utamakan ku

Entahlah bu,

kufikir tak layak kudapatkan itu….

karena sampai kini pun aku belum bahagiakanmu

Ummy…….

Apakah kelak ku kan mampu menjadi ibu yang baik sepertimu ???

Risau sungguh hati ini….

Amanah itu mengusik relung hatiku

Kini,

Kau sudah tua….tapi belum juga ku bahagiakanmu

Sampai kapan kuterus begini ummy ???

Belum juga ku buat kau bangga miliki anak sepertiku

Do’akan anakmu, semoga segara dapat kupenuhi bahagiamu

Sudahkan saja….???

indahnyaaa

indahnyaaa

Sedih….

Lelah….

Kubisik pada hati :

“Maka sudahlah….biarkan saja mengalir….ikuti saja arus Kehendak-Nya”

benarkah ???

Lalu, kusudahi saja kalau demikian !!!

_______*****_______

Sudahkah kau sapu bersih hatimu ??!

” Mungkin belum……….”

Maka, mungkin itu yang menghalangi langkahmu !!

” Apa hal itu pula bersebab pada kesalahan di akhirnya ??? “

Bisa saja, meski buih…itu pun akan berarti….

bagaimana jika itu bongkahan menggunung….?!!

“Masya Allah, apa mungkin salah atas putusanku sebelumnya ?? “

Tidak ya ukhty…. (sahabat bertutur)

” Semoga ini bukan balasan di dunia atas salahku kemarin “

Pasti kan dihadiahkan-Nya yang lebih baik…

_______*****_______

Sungguh, Allah benar-benar besar kasih-Nya padamu…

Jangan berputus asa…

Sunnah nya adalah suatu hal yang utama tuk disegerakan

Lakukan semuanya atas dasar CINTA ILLAHI yang melapisi tiap indah hari

Pria yang Kucintai….

Kau adalah sosok yang sangat kucintai

Wajahmu yang tampan…

Sikapmu yang bersahaja…Sungguh sangat memikat hatiku


Saat ku lemah dan banyak mengeluh….

Ku tatap bahwa uji lebih besar Allah Ta’ala beri padamu

Maka, kukembali pacu diri tuk jadi MUSLIMAH TANGGUH


Saat ku malas terjaga atas tidur tuk menyapa Sang Kekasih…

Ku tengok kau yang begitu lemah tetap tak henti bermesraan dengan-Nya

Sendiri….Syahduuuu sekali….

Maka, ku benamkan malas ini jauh-jauh agar mampu menjadi PECINTA SUJUD

Baca lebih lanjut