Ibu, dia darah dagingmu….

Benarkah seorang yang begitu mulia dengan ternamakan ibu tega membunuh anaknya sendiri… Apakah itu figur ibu masa kini ???

Sudah lama ingin ku goresan keresahan ini…tapi demikian banyak fikir ini terkoyakkan minggu-minggu ini. Ingin ikutan off tuk menulis tapi kuurungkan kembali. Sudahlah, kufikir takkan tuntas juga jika aku terlena dengan arus uji.

Ku kembali pasang telinga pada siaran berita TV di ruang tengah dari dalam kamar (iya, ini kebiasaanku agar ga kebablasan nonton terus). Sibuk sekali di sana membahas kasus pembunuhan seorang anak yang baru saja menghirup udara dunia Qodarullah… sekejap sudah kembali ke tangan Penciptanya akibat perbuatan zhalim sang ibu.

Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rizky kepada mereka dan juga kepada kalian. Dan sungguh membunuh mereka itu adalah dosa besar.”

(Surah Al-Isro’:31)

Demikian Allah telah janjikan…

Apakah masih terbesit rasa takut akan kekurangan rizky karena hadirnya buah hati ??? Padahal tersebut adalah janji dari Yang Maha Berkendak yang janji-Nya tentu kepastian mutlak yang kan IA penuhi.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS Ali Imran : 9)

SaudariQu, sesungguhnya saat Allah belum menjawab do’amu maka dia sedang menambah kesabaranmu

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).

Dan sungguh, ketika Ia mengabulkan do’amu tapi tak seperti harapanmu….maka saat itu Allah yang Maha Mengetahui tengah merencanakan yang terbaik untukmu.

“….Karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikkan yang banyak padanya.” (An-Nissa:19)

Tidakkah mereka terbayangkan wajah mungil nan polos itu begitu menggoda hati ??? Salah apakah hingga ia harus meninggalkan dunia ini sebelum ia kenal betul siapa sang pahlawan besar yang berjasa melahirkannya. Perjuangannya yang begitu berat ketika melahirkan sang buah hatinya hingga mempertaruhkan nyawa apa semudah itu itu terlupakan….??

________***_______


Pelajaran bagi kita sebagai seorang ibu atau pun calon ibu….ketika melangkah kan kaki ke jenjang yang benama “PERNIKAHAN” haruslah terfikirkan masak-masak akan kesiapanmu menjadi pahlawan agung di muka bumi yang kan melahirkan mujahid-mujahidah tangguh.

Bagi para ayah ataupun calon ayah….pahamilah bahwa kehadiranmu di samping seorang istri yang mengandung darah dagingmu, menemaninya sesering yang kau bisa, adalah sebuah bingkisan pelipur resah yang sangat berharga baginya. Perhatikanlah ia…maka itu adalah penyemangat sejati yang mampu mengusir kecemasannya terlebih jika ini adalah kehamilan pertamanya.

11 thoughts on “Ibu, dia darah dagingmu….

  1. sindrom baby blues
    yang sebagian besar menimpa para ibu baru setelah melahirkan
    kekhawatiran yang terlalu sangat terhadap bayi yang baru dilahirkannya, yang jika terlalu berlebihan, mungkin akan berakibat sebagaimana dulu yg pernah rame di beritain tentang ibu muda yg dari bandung itu…😦
    sangat penting sekali dukungan suami dalam mendampingi istri

    Na’am… bener bgt pak

  2. astaghfirullohal’adhiem…min kulli dzanbin ‘adhiem…
    buat mereka yang telah membunuh kerana khawatir kepapaan kan menimpanya dengan sebab tambahnya tanggungan (berupa lahirnya bayi di dunia)…

    Bukankah Allah tlah berfirman
    “Allahu yarzuqukum wa iyyaahum…”dan di ayat lain “Allahu yarzuquhum wa iyyaakum..”
    yang artinya ” Allahlah yang akan memberikan rizQ pada kalian (orang tua) dan jugha terhadap mereka (anak2 kalian)…/ Allahlah yang kan beri rizQ pada mereka (anak2 kalian) dan jugha untuk kalian (wahai para orangtua…)

    Subhaanalloh…Allahlah Sang pencipta…dan Dia tak akan melupakan hamba2Nya…

    Allahummarzuqnaa Rizqon thoyyiban…
    Yaa Mujiibas Saa-iliin…

    mmm….

  3. Kita berlindung dari semua ini. Semoga aku bisa menjadi suami yang mampu mendampingi istriku di saat butuh semangat tuk hidup. Dan semoga aku bisa menjadi ayah tauladan yang membimbing keluargaku di atas sunnah.

    Amiin….syahdunya bgt nih

  4. gerimis sudah hati saya…
    begitu terasa..

    paragraf yang terakhir begitu besar maknanya. saya suka membacanya. kemudian saya mengulanginya berkali-kali.indah terasa….
    barakallahu fiyk

    Wafiikum Barokallahu
    Antum terlalu berlebihan akhy….ana masih belajar….masih jauh….
    ana pun masih harus banyak2 belajar dr antum

  5. Aku sedang belajar bersabar,seperti katamu ukh,alloh telah menyiapkan yg terbaik untukku apapun itu dan siapapun…

    Iya ukh, Qt cuma bs sabar….sabar…dan sabar…
    Tapi, ana ga mau “apa pun itu”….nah kalo kucing piye ???🙂

  6. assalamu’alaikum.
    salam kenal dari ana dan keluarga, semoga dakwah ahlusunnah makin maju dan berkembang.
    baarokalllohufiikum
    http://www.wahonot.wordpress.com
    abu abdirrohman albayaty
    wassalamu’alaikum

    Wa’alaykumussalam wa rohmatullah….
    Salam kenal juga tuk keluarga disana….
    Amiin….wafiikum barokallahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s