Pesan Ayah

hati-hati bawa hati

hati-hati bawa hati

Lembut nian Allah ciptakan yang ternamakan “Hati”…..

Dari sana berpangkal segala gambar diri. Baik atau buruknya, tercermin laku yang terlahir atas kehendak yang bernamakan “Hati”.

Dari Amirul mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab Radhiallahuanhu berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan….”

Dari hadits di atas yang darinya terjawablah berbagai pertanyaan, tersimpulkan akan niatan menjadi penimbang berat arti perbuatan seseorang. Sedangkan niatan itu letaknya adalah di hati _begitulah para ulama telah bersepakat tentangnya. Jika pada masa belakangan banyak ditemukan adanya lafazh-lafazh niat dengan perkataan (nawaitu…usholli…dan sebagainya) maka tiadalah ditemukan dalil rajih atasnya.

Allahu Ta’ala A’lam

SaudaraQu,

beberapa waktu yang lalu ana mendapat kisah dari seorang sahabat yang menceritakan tentang perkataan seorang ayah kepada anaknya.

Anakku, coba kau tancapkan paku pada kayu ini
tiap kali kau rasakan kekesalan dalam hatimu.
Biarkanlah paku itu terus menancap disana wahai anakku

Maka, saat kesal menyapanya harinya, sang anak pun langsung menancapkan paku tersebut, satu…dua…tiga….dan akhirnya…banyak sudah paku yang tertancap.

Nak, cabutlah sekarang paku-paku yang tertancap itu

dan perhatikanlah, wahai anakku sayang….

Tidakkah engkau lihat, bahwa kayu tersebut telah bersih

dari paku-paku yang menancap kemarin ???

Tapi, sungguh….wahai anakku !

Engkau takkan mampu menutupi lubang-lubang

yang membekas padanya.

Begitu pula layaknya hati manusia….

Sekali saja kau tancapkan luka padanya, maka kan berbekas itu padanya

tak mampu tertutupi sebaik awal mulanya

Anakku yang shalih, pegang kata-kata Ayah !!!

Jagalah hati, hatimu dan hati saudaramu

Hati-hati bawa hati

Karena itu bisa memberatkanmu di kemudian hari

Subhanallah….

Wahai saudaraQu, ini kutuliskan hanyalah untuk mengingati hati ini yang mudah saja mengeluh tatkala ingini menjaga hati saudaranya…..karena ia korbankan hatinya. Luluh…hancur…dan hanya bisa pendam kisahnya. Entah karena ketidakikhlasan dalam penjalanannya, ataukah memang hati lemah ini terlalu lemah. Do’akan sang hati agar tegar dan mampu lakukan yang terbaik semampunya.

___________________

Bagi sahabat2 ana yg menemukan kesalahan dalam penulisan ini mohon kabari lewat email maklum, masih awwam kawan !🙂

11 thoughts on “Pesan Ayah

  1. menjaga hati antara yang paling sulit tapi pasti aja ada jalannya. melihat orang lain tersenyum kadang membuat kita lupa bahwa yang tergores itu adalah hati milik kita. makanya…(errr.. i’m lost in my speech). hehehee…
    BTW, tulisannya ukhti bagus sekali. semoga istiqomah..🙂

    Iya ukh….😦
    Alhamdulillah, Amiin Ukh

  2. CMIIW=Correct Me If I Wrong
    IYO=In Your Opinion
    IMO=In My Opinion
    OoT=Out Of Topic
    apalagi ya…?
    masih banyak mba, istilah2/singkatan2 yg populer di dunia maya…

    Ouh, gitu yaa…
    Maklum, baru menapaki dunia yang ga jelas ini

  3. para rasul, mereka adalah dokternya hati. tak ada cara untuk menyucikan jiwa dan membaguskan hati kecuali dengan menempuh cara yang mereka tempuh, mengikuti bimbingan mereka dengan tunduk dan, patuh dan berserah diri.

    Na’am, benar akhy….
    Barokallahu Fiik

  4. Subhanalloh puiatis amt ni post…
    Tapi yang lebih penting adalah isi dan makna tiap paragraph di dalamnya…

    Dan yang lebih terkesan lai adalah pada kalimat “Jika pada masa belakangan banyak ditemukan adanya lafazh-lafazh niat dengan perkataan (nawaitu…usholli…dan sebagainya) maka tiadalah ditemukan dalil rajih atasnya”
    Mengingatkanku pada Ramadhan kemaren, tepatnya pada tanggal 27.
    Ketika itu aQ sampaikan tentang hakikat NIAT, tapi memang kehendak Allah tidak slalu sejalan dengan kemauan manusia…tetap saja pada opininya slama ini, bahwa niat musti dilafazhkan…n spertinya ana dah posting deh di

    http://uvi07.wordpress.com/2008/09/21/semua-itu-sulit-memangillaa-man-rohima-robbuh/
    …….
    Mudah2an Allah jadikan kita dalam gol. Hamba2Nya yang mampu tuka amalkan ajaran Islam dan ajaran NabiNya…amien

    Amiin…Syukron dah mau berkunjung kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s