Kata Nenek

Gedebrak-Gedebrukk… (Semua sibuk membenahi shaf shalat di malam itu)
“Ahh…mau di belakang za !!” Bisikku dalam hati
“Hayuu, buu maju saja ke sini…” Pinta seorang ibu kepada ibu di belakangnya
“Jangan dia, kegedeaan….!” Sahut yang lain
“Nah, eneng aja yang kecilan ke depan !” Semua mata turut menengok ke arah belakang

Celangak-celenguk mencari sorortan tertuju
Ooh…Aku yang dimaksud ??? (Sambil memasang wajah meminta keyakinan…)
“Iya, neng…maju !!!”
Langsung ku melangkah tanpa kata namun berbareng senyum….

“Neng, tolong angkatin dong !” Pinta seorang nenek padaku sambil mengelus jarinya
“Oh, iya nek….” Jawabku semangat
“Kenapa jarinya nek ??? Tanyaku kembali
“yah…namanya juga sudah tua neng. Pertama-tama jarinya yang dikurangi nikmat atasnya, lalu menyusul pada kakinya…trus juga akan ke seluruh badannya hingga seluruhnya terkurangi….”

Greek…
Hening….
tak mampu kuucap apapun, tilawahpun tak jadi kulanjutkan
_______hanya diam_______

“tapi, Alhamdulillah neng….” Lanjut Nenek
Arah pandangku kembali menengok pada sosok rapuh itu setelah tertunduk
Kembali ku pandangi dengan sungguh-sungguh
“Allah sudah baik, memberi kelebihan umur pada ibu.”
“Rasulullah saja Allah beri umur 63 tahun, nah ibu sudah 66 tahun. Berarti Allah sudah lebihkan 3 tahun…”

“OOhh, iya ya bu….” Sahut ku
“Nah, ibu ga tau nih apa akan disampaikan hingga akhir Ramadhan ini ???!!!”
“Ya Allah, ibu…” Sahutku kembali

Sekali lagi sang nenek mengeluarkan kata-kata yang menggerus hatiQu…
dan…tanpa sadar percakapan tadi tengah turut mengalirkan butiran2 embun pada mata cengeng ini
________hanya diam_________

“Yah, ibu cuma minta biar bisa selesai saja Ramadhan ini. Itu sudah Alhamdulillah sekali”
“Dulu ibu sering shalat di masjid sana, tapi karena jauh…sekarang sudah tidak kuat lagi neng”

Hmmm, itulah perbincangan di sela terawih….
Padahal aku hanya membantunya mengankat kotak amal yang berkeliling tapi dia memberiku banyak hal malam ini.
PERENUNGAN dan PENGINGATAN akan kata yang sering terlupa
“M.A.U.T…”

Astaghfirullah….tiba2 saja teringat dengan tulisan commentku beberapa waktu yang lalu di sebuah blog teman,
“Apa yang bisa aku berikan untuk RabbQu, sedang diri ini masih sangat2 jauh dari apa yang diinginkan-Nya…”


Perbincangan beberapa menit telah berbuah perenungan hingga tulisan ini di buat dan semoga berlanjut di kemudian.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu kembali” [Al-Ankabut:57]

Sungguh, Allah telah mengingatkannya pada banyak ayat selainnya….

9 thoughts on “Kata Nenek

  1. Yaa mqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik.
    Semoga Allah ta’ala menetapkan hati kita di dalam agamanya, sampai maut menyambangi kita…
    Sungguh kenikmata dari Alloh ta’ala yang telah memanjangkan umur kita, yg memberi banyak kesempatan pada diri kita untuk merubah diri. Menjadi hamba yang lebih baik lagi…

    Amiin….

  2. Hanya berpesan…

    Sudahkah anti siapkan amal menjelang ajal…? Sudahkah anti siapkan ilmu sebelum beramal? Sudahkan anti siapkan ikhlash sebelum menuntut ilmu?

    Semoga ini menjadi pelajaran bagi kami, Insya Allah…

    Amiin….
    Biasanya kalau begini ada yang salah dari postingan ana yaaa…mohon beri tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s