Pindahan Goresan Harian 2

Bahayanya Berada di Jalan Raya

Tiba-tiba saja kami yang berada di halte Bus Way terkejut dengan suatu kejadian di luar dugaan. Salah satu kendaraan bermotor yang melintas di hadapan kami dengan serta merta terjatuh dan terbalik. Entah atas sebab apa hal itu terjadi karena sepengetahuan mata Qu tak ada yang menyerempet apalagi menabrak motor tersebut. Tapi, menurut pengakuan sang pengemudi, dia sempat bersenggolan dengan motor di sebelahnya yang sudah pergi mendahuluinya. Yang membuat hati ini miris jadinya adalah sang pengemudi yang sambil bercerita pada orang yang tengah menolongnya mengibas-ngibaskan telapak kanannya dan tentulah jua itu dikarenakan darah yang mengucur di jari jemarinya. Tubuh Qu merinding melihat fenomena itu. Darah segar cukup deras mengalir di telapaknya sampai-sampai turut menyertakan warna pada jalanan aspal yang panas itu.

Masya Allah….

Ana membayangkan jika itu terjadi pada kaum hawa….ana mungkin. Karena sempat terfikir dalam benak untuk naik motor guna menghindari desak-desakkan bus kota. Tapi, Alhamdulillah Allah mengisyaratkannya dengan belum memberi kemampuan pada ana tuk menaikinya. Ya, Allah…pasti akan sulit sekali. Begitu bahayanya. Belum lagi tindak kekerasan, kejahatan, dan hal-hal tak baik lainnya mewarnai lika-liku jalan raya. Butuh kesabaran dan kehati-hatian yang sangat pastinya.

Semoga Do’a mampu menepis segala kemungkinan buruk bagi ana dan saudara-saudara ana yang melakukan aktivitas di jalan raya sana. Karena boleh jadi jalan raya lah yang menjadi medan akhir denyut berdetak_Na’uzubillah…Semoga Qt sama-sama Allah ridhoi untuk menghadapnya dalam kondisi terbaik karena kan berjumpa dengan Kekasih Agung. Amiin…

2 thoughts on “Pindahan Goresan Harian 2

  1. Qodarullohi wa maasyaa a fa’al. Semuanya telah di takdirkan Alloh, apa saja yang telah Dia takdirkan,pasti terjadi … ( HR. Muslim )

    Semoga Qt sama-sama Allah ridhoi untuk menghadapnya dalam kondisi terbaik karena kan berjumpa dengan Kekasih Agung. Amiin…

    amiin. Semoga kita tidak akan pernah lalai, dari yang namanya mengingat kematian

    Sebuah pertemuan yg tak terelakkan….
    Sebuah masa penentu baik baruknya singgasana Qt…
    Akankah senyuman yg kan terpampang pd wajah Qt saat berjumpa Sang Pecinta Sejati….
    Itulah yg senantiasa menghiasi fikir ketika berada di jalan

  2. Sekarang udah kost kan…???

    Insya Allah, semoga tidak sampai seperti di atas. Semoga kita tak berhenti berdoa pada-Nya di saat Dia menjemput do’a kita.

    Barakallahu Fiyki…

    Iya, Amiin
    Wafiika Barokallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s