Jangan Lakukan Hal itu ya Akhi….

“Assalamu’alaykum…” Dengan lembut Fulan menyapa

“Wa’alaykumussalam Wa Rohmatullah…” Fulanah pun menjawab

“Hmm…ane denger antum mau nikah ya ???” Lanjut si Fulan dengan sedikit tawa

“Iya…Insya Allah. Do’akan ya….Undangannya dah sampe kan, gimana antum bisa dateng ????” Fulanah menjawab dengan menyimpan sedikit kekesalan

“Wuuahh, belum sampe tuh undangannya….Siapa ikhwannya ???”

“…….dst (Panjuang uey kalo diceritain semuanya…)

Itu tadi adalah perbincangan yang tak sengaja kami dengar seminggu sebelum hari pernikahan salah seorang saudari kami. Jika akhwat yang membaca potongan perbincangan tadi pasti sangat gregetan bukan ??? Karena ternyata Fulan memang sering menelpon Fulanah hanya untuk sekadar memperbincangkan hal-hal yang tidak penting. Tipekal akhwat memang berbeda-beda, ada yang bisa tegas menyikapi hal demikian ada pula yang hanya bisa menahan marah dengan berjuta cucuran air mata karena tak mampu mengelak,tapi ada juga yang serba cuek dan menanggapi fulan dengan semau hatinya.

Kalo yang satu ini….

“Eh, ada ukhti toh….?! Afwan ukh, dia ade kelas ana.” Tutur sang akhi sepulang mengantar pulang adik kelasnya

“OOOuhhh….” Jawab sang ukhti sambil sedikit tersenyum

Di lain kesempatan

“Eh, ukhti lagi….Afwan ukh sebenernya gini. Ana cuma mau dia tuh dapet hidayah. Ana ma dia nggak da hubungan apa-apa koq…beneran…..”Jelas sang akhi membela diri

“………….” Diam menahan marah. Sang ukhti tak mampu bertutur banyak

“……….dst (huh, bakalan nggak muat nih kalo dihabiskan ceritanya)

Nah looh….hidayah dijadikan dalih atas kesalahan totalnya. Ingat….serapat-rapatnya bangkai ditutupi, lama-lama pasti akan tercium baunya. Apa nggak kasian dengan si akhwat yang jadi korban ??? bagaimana hidayah Allah akan datang melalui tanganmu, jika cara yang kau lakukan jelas-jelas adalah cara-cara yang Bathil.

Masih ada lagi nich….

“Kak, Ana nggak bermaksud apa-apa kak…beneran !!!” Sang adik mencoba menjelaskan dengan sedikit ketakutan terpancar di wajahnya.

“Iya, ana tau. Tapi, kenapa bisa sampei seperti itu de…???” Tanya sang Kakak mencoba menenangkan

“Ana hanya merasa mungkin dia belum terlalu kuat dengan amanah yang dipikulnya saat ini. Dia butuh dorongan, dia butuh nasehat dan penyemangat…” sang adik mulai menampakkan mata yang berkaca-kaca

“De…kenapa harus ke ade jika dia butuh teman tuk berbagi dan menguatkan diri ???? Seperti tak punya teman ikhwan saja…?!”

“Kak…maaf ya, tapi sekarang dah ana cut koq”

“Ya udah nggak apa-apa yang penting ade dah sadar bahwa hal itu salah. Untuk apa coba dia sering nelpon-nelpon ?! Mungkin awalnya bicarakan hal-hal Syar’i tapi lama kelamaan siapa yang bisa menjamin dia akan selalu menghargaimu sebagai seorang akhwat_dia juga manusia. Trus, pake acara dateng ke rumah segala nemuin ortu. Mang dia dah siap nikah ???”

“Iya, kak ana tau ini salah….”

(nah…yang kali ini singkatnya seperti itulah)

Terakhir nih….

Kali ini bukan penyajian dialog tapi hanya kisah yang terekam tajam di memory. Seorang Ikhwan yang dia mengaku telah memahami manhaj ternyata dia juga seorang laki-laki biasa (ya iya Lah…he..he..)

Dengan tanpa malu dia mengajak teman akhwatnya bertandang beberapa kali ke rumahnya. Sampai-sampai sang akhwat begitu dekat dengan ibu serta adik-adik sang ikhwan. Saat itu sang akhwat belumlah mendapatkan hidayah. Dia hanya seorang wanita yang belum banyak tau hal-hal demikian. Akhirnya sang ibu dari si ikhwan menyusul meraih hidayah, maka diajaknyalah sang akhwat ikut mengaji hingga kemudian hidayahpun diraihnya pula. Karena sudah mengetahui hukum-hukum, ia pun akhirnya menyudahi perilakunya selama ini yang membuka ruang lebar-lebar bagi ikhwan tersebut. Tapi, taukah teman ??? Ini tak berakhir begitu saja, tapi telah membekas sebuah noda di hati sang akhwat hingga ada sedikit harap si ikhwan ini lah yang kan mempersuntingnya kelak. Yahh….harapan yang wajar muncul dari sebuah cinta yang telah salah alamat. (kode posnya nyasar sih…)

Disini Mahfuzhoh tak bermaksud bergunjing atau bercerita hal tak penting. Bagi mahfuzhoh, ini harus disampaikan. Amat sedih mendengar cerita-cerita para korban yang banyak dari teman mahfuzhoh sendiri. Dengan mudah mereka menelpon, ber sms ria, berchatting bahkan. Tentang hal-hal yang mengundang fitrohnya yang menjadikan perasaan begitu dominan bermain dalam dirinya mulai mengatur laku nya saat itu. Mungkin ada beberapa kesalahan juga dalam diri akhwat tersebut tapi ini akan ada bincang lagi di lain hari_insya Allah. Dan Mahfuzhoh mau bilang :

“JANGAN LAKUKAN HAL-HAL DEMIKIAN YA AKHI….!!!”

Salah satu sikap bahwa antum menghargai seorang wanita adalah dengan menjaganya dari fitnah pada dirinya bukan malah menorehkan fitnah padanya.

Wallahua’lam

Semoga bermanfaat

_Mahfuzhoh belajar nulis_

2 thoughts on “Jangan Lakukan Hal itu ya Akhi….

  1. “JANGAN LAKUKAN HAL-HAL DEMIKIAN YA AKHI….!!!”

    hhmm…renungan tuk ikhwan2 nih. ana juga pernah dapat keluhan seperti ini, dari sodara2 ana akhwat.

    kesemuanay berawal dari lisan… padahal telah di janjikan :

    “Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga” (HR. Bukhari)

    Alhamdulillah…Semoga bermanfaat.
    Afwan, belum dapat menyuguhkan yang lebih Syar’i dengan dalil-dalil.
    Tapi…hadistnya ??? “…Diantara dua janggut..??” ana ngerti yg dimaksud adalah mulut tp…memang janggut ada dua..?? coba dikoreksi

  2. astaghfirullah…bukan astaga,…
    itu yang harus kita ucapin…dan ana sendiri ucapkan…ketika baca artikel ukhti…
    insyaAllah tulisan yang berharga ni dapet menjadikan kita yang ikhwan slalu tau diri bukannya ikhwan tapi bakwan…
    begitu juga buat yang akhawat juga jaga diri…insyaAllah kita kan diberi Allah kekuatan tuk nyempurnakan ajaran AgamaNya..amien…
    syukron ‘alaa tadzkirotikum bil amsi…
    ada juga hadits nabi yang lain tentang “segala sesuatu itu diawali dari lisan/ yang punya peranan penting gitu…(anjuran nabi supaya menjaga lisan) ada di hadits Al-Arba’in no.29.
    insyaAllah lain kali ana post di blog ana…kerana lafal haditsnya agak panjang.
    skali lagi…ana ucapkan
    syukron jazeelan ‘alaa tadzkirotikum
    wassalamu’alaikum

    Wa’alaykumussalam Wa rohmatullah…
    Amiin….Afwan. Barokallahu Fiik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s