Putri Kecil-mu… Pembuka Pintu Kemuliaan-mu…(1)

Wahai para Ayah dan Ibunda yang baik…serta calon – calon ayah bunda, semoga senantiasa Allah Ta’ala menyapa kalian dengan hidayah-Nya…

Wahai ayah…

Ketika engkau mendendangkan nada murattal al-quran kepada istrimu saat dia mengandung, terlihat senyum santun di wajah-mu…

Sembilan bulan kau nantikan bayi dalam kandungan, dengan senyuman kau harapkan akan terlahir seorang insan yang rupawan…

Namun, ketika istrimu berjuang dalam setiap hembusan nafasnya untuk melahirkan darah dagingmu…sejenak engkau terdiam…

Ya, tak salah…tangisan yang kau dengar adalah tangisan bayi perempuan…Sambil termangu, kau menatap seakan penuh peluh dan pilu…

Engkau bersedih atas kelahiran putri manismu…

—+++—+++—

Ya…demikianlah yang masih banyak terjadi di sebagian daerah kita. Kelahiran anak laki-laki, hingga kini masih dianggap sebagai pelanggeng garis keturunan keluarga. Bahkan tidak sedikit pula yang menjadikannya penanda sebuah kehormatan. Sebaliknya, berbagai belitan kesedihan dan rasa malu banyak menghantui pasangan yang ‘hanya’ dikaruniai anak perempuan. Padahal, Islam menjanjikan surga yang indah jika anak-anak perempuan itu dimuliakan dengan bingkai kasih sayang, pendidikan dan pengetahuan agama yang baik…

Ketahui-lah wahai saudaraku… perasaan kecil hati terkadang menyelimuti pasangan yang belum juga dikaruniai anak laki-laki. Bahkan tak sedikit orang tua yang lebih mendambakan bayi yang hendak lahir ini berjenis kelamin laki-laki dibanding keinginan untuk mendapatkan anak perempuan. Demikianlah keadaan sebagian besar manusia sebagaimana dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha:

“Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629)
An-Nawawi –rahimahullah- menjelaskan,” Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut anak perempuan sebagai cobaan, karena biasanya orang tidak menyukai keberadaan anak perempuan. (dlm buku Penjelasan Shahih Muslim, 16/178 )
Kemudian, masih ingatkah engkau dengan zaman jahiliyah dahulu??? Seakan – akan orang bisa merasa sangat terhina dengan lahirnya anak perempuan. Hal ini digambarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengancam perbuatan jahiliyah mengubur anak-anak perempuan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan ketika anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, atas dosa apakah dia dibunuh.” (At-Takwir: 8-9)

Termaktub dalam tafsir alquranul adzim, bahwa Al-Mau`udah adalah anak perempuan yang dikubur hidup-hidup oleh orang-orang jahiliyah karena kebencian terhadap anak perempuan. Pada hari kiamat, dia akan ditanya atas dosa apa dia dibunuh, untuk mengancam orang yang membunuhnya. Apabila orang yang dizalimi ditanya (pada hari kiamat kelak, –pen.), maka bagaimana kiranya persangkaan orang yang berbuat zalim (tentang apa yang akan menimpanya, –pen.)? (Tafsir Ibnu Katsir, 8/260)

Ada sebuah kisah menawan di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua anak perempuannya, maka aku memberinya tiga butir kurma. Kemudian dia memberi setiap anaknya masing-masing sebuah kurma dan satu buah lagi diangkat ke mulutnya untuk dimakan. Namun kedua anak itu meminta kurma tersebut, maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dimakannya untuk kedua anaknya. Hal itu sangat menakjubkanku sehingga aku ceritakan apa yang diperbuat wanita itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka.” (HR. Muslim no. 2630)

Kemudian tertera dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan kedekatannya dengan orang tua yang memelihara anak-anak perempuan mereka dengan baik kelak pada hari kiamat:

“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya.” (HR. Muslim no. 2631)

BERSAMBUNG

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

3 thoughts on “Putri Kecil-mu… Pembuka Pintu Kemuliaan-mu…(1)

  1. hanya orang-orang yang tidak mengerti saja yg bersedih hati ketika di amanahi anak perempuan, sedangkan disana banyak keutamaan dan pahala dalam mendidik dan membesarkannya…
    ….
    cuma anak perempuan loh yg bisa didandanin macem-macem…
    jilbab yg lucu-lucu…
    pita rambut yg warna-warni…
    anak cowo mana bisah…😛

    Benuer bangget tuh pak…Setuju !!!

  2. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan …. (QS. al Isra 31)
    Sungguh inilah perintah Alloh kepada Ayah untuk memperhatikan dan memenuhi hak-hak anaknya, lebih daripada perintah Alloh kpd anak untuk memperhatikan hak-hak ayahnya.

    Sungguh inilah perintah Alloh kepada Ayah untuk memperhatikan dan memenuhi hak-hak anaknya, lebih daripada perintah Alloh kpd anak untuk memperhatikan hak-hak ayahnya

    Apa iya…ya ??? bisa bantu berikan landasan kata2 ini….maklum masih harus byk belajar. Jazakallah Khoir

  3. Jadi ingin punya anak perempuan juga nih…

    Tapi sayang, calon ibunda anak saya belum ada…😦

    Yupz…anak perempuan itu luchu & ngegemessin bangetz !!!
    Nah looh… dah da keinginan dan Ba’ah, yoo segera atuh akh cari si calon ibundanya !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s