Tips Anak Disiplin

Bagi para orang tua sering kali terpancing emosinya tatkala melihat anaknya tidak mematuhi perintahnya. Apalagi jika ditambah dengan sikap atau kata timpalan dari sang anak, Huihhh….bisa mencak-mencak deh sang ibu atau ayah tersebut. Aduh-aduh…kalo sudah begini bisa-bisa yang terjadi adalah emosi dan marah yang keluar.

Janganlah para orang tua sekarang yang tengah dihempaskan angin-angin peradaban yang lebih baik, masih memunculkan sikap sedemikian. Perlu diingat bahwa anak juga ingin merasa dia dihargai, kata-katanya didengar, karena dia juga ingin merasakan keberadaan dirinya terutama saat dia harus memilih sesuatu dalam langkah hidupnya. Orang tua yang cerdas adalah mereka yang mampu menggunakan kepandaiannya untuk menularkan pemikirannya, memanfaatkan fitroh kelembutannya tuk memancarkan cinta disetiap tindakan buah hatinya, menghiasi kesantunan kata tuk dipatuhi bukan di takuti.

Tanpa mengurangi rasa hormat penulis, disini akan diketengahkan sebuah tips yang Insya Allah akan membantu kita dalam menerapkan sebuah peraturan yang simple dan sederhana bagi anak. Karena pada kasus umum yang terjadi, ketidak patuhan anak terhadap kita adalah karena belum adanya sebuah kesepakatan bahwa sang anak harus melakukan sesuatu hal.

Pertama,

Ajak anak bicara.

Hal yang sering diremehkan adalah munculnya anggapan, “ah, apaan sih….mana ngerti anak seumur itu diajak bicara ?!!” dan ini yang membuat perbincangan mati sebelum dimulai. Buanglah anggapan seperti itu. Mulailah membuka sebuah diskusi hangat sambil makan kue-kue ringan atau apapun yang dapat menambah suasana santai tapi tetap focus.

Kedua,

Rumuskan Aturan.

Komunikasi yang sehat, disana ada pembicaraan terbuka, saling mendengar dan menghargai. Terapkan itu saat merumuskan aturan. Tentunya kendali tetap berada di tangan orang tua tanpa mengesampingkan ide-ide sang anak. Biarkan dia mengeluarkan aura-aura kebijaksanaannya, latih ia tuk berfikir dengan baik.

Ketiga,

Jelaskan Alasan.

Alasan perlu diajukan setiap ada sesuatu hal yang ia baru tau tentang mengapa ia harus melakukan sesuatu. Hal ini penting guna melatih sikap kritis yang positif bagi anak sehingga ia akan jauh dari sekedar Taklid pada orang tuanya. Tapi, ia bersikap karena dia tau sebab. Jika mampu dan harus diusahakan, beri dalil atas setiap dari padanya. Ini akan melatih kedekatannya dengan dunia Islam. Bahasa menentukan diterima atau tidaknya alasan kita. Pandai-pandailah mengeluarkan kata-kata jitu yang sederhana dan mudah dicerna oleh sang anak. Andai dia menolak, jangan langsung disanggah kata-katanya tapi dengarlah dengan penuh sayang. Jika pendapatnya benar, jangan malu-malu tuk menyetujui pendapat sang anak dan kata maaf dapatlah membantu lunaknya hati.

Keempat,

Tuliskan.

Sebagai tanda kesepakatan, buat lah pencatatan kecil yang menarik. Sesuaikan dengan Kesukaan anak dari segi cara dan tampilan penulisan. Biarkan ia kreasikan tulisan tersebut karena itu akan semakin menambah motivasi pelaksanaannya. Lalu, bagaimana jika sang anak belum mampu membaca tapi ia sudah mampu diberi pemahaman ??? Nah, disinilah para orang tua harus pandai-pandai menyiasati. Bukan malah tidak ditulis, karena hal ini dapat memicu pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati.

Kelima,

Tempelkan.

Sebagai pengingat pada kesepakatan yang telah dibuat, maka sangatlah menyenangkan di hati sang anak apabila dia telah membuat sesuatu, yang di hias menjadi karyanya tenagh dipajang dan dipandang setiap orang yang melewatinya. Ini sebagai bentuk penghargaan atas kemauannya menyusun peraturan.

Keenam,

Kontrol.

Satu hal yang paling sering menemukan kendala adalah pada saat controlling dan evaluasi. Disinilah kembali ketelatenan dan kesabaran orang tua tuk mengarahkan sangatlah diperlukan. Hal yang diperlukan pada tahapan ini adalah sebuah kesepakatan (kesepakatan mulu…^_^). Iya, disini diperlukan kesepakatan mengenai waktu evaluasi yang diinginkan, Iqob atas pelanggaran, dan Penghargaan atas keberhasilan penjalanan kesepakatan.

Tapi, perlu diingat bahwa Iqob bukanlah sebuah hukuman yang menyakitkan di hati anak. Jika perlu ucapan maaf bisa membantu menetralkan hatinya. Jangan sampai ia merasa tersakiti oleh iqob tersebut. Mengenai Penghargaan, jangan sampai terlupa. Ini kan jadi penguat dan penyemangat anak tuk terus menaati peraturan yang telah disepakati. Penghargaan tak perlu hal besar atau mahal, cukup pernak-pernik kecil atau pujian pun kan menyenangkan hatinya. Jangan pernah pelit tarhadap pujian… Terutama pujilah dengan asma-asma Allah… ^_^

Demikian, yang dapat penulis goreskan. Sekali lagi…penulis hanyalah insan yang masih harus banyak belajar, jadi mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.

Wallahua’lam

4 thoughts on “Tips Anak Disiplin

  1. ..hhhhmmmm…..
    penting nih.
    semoga kita semua menjadi seorang pendidik yang baik. minimal di keluarga kecil kita kelak ……😀
    insyaallah….

    Hmmm……Amiin
    Insya Allah..^_^

  2. Sepertinya…selain penting bagi putra – putri kita kelak, postingan ini juga enting buat kita pribadi…

    Sudah disiplinkah kita…??? Saya khawatir kita tidak disiplin…

    Sahhalallahu bi ‘umuriyki ukhti…

    Na’am….
    aduh, sebagai penulis jadi bertambah beban moralnya😦
    satu kata yg sulit “DISIPLIN”

  3. Benar bu. Ortu memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh anaknya, maka anakpun memiliki hak yang juga harus dipenuhi oleh ortu.

    Keshalihan orangtua sangat memberi pengaruh kepada anak-anak.

    Tips bagus. Pelajari dan kemudian amalkan esok hari..

    Insya Allah akh…Mohon do’anya biar istiqomah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s