Feeds:
Tulisan
Komentar

Sudah Siap, Nikah ?

Wahai akhy…….

Cukup Allah bagiku

Cukup Allah bagiku

Kenapa kau pandangi ia demikian ?? Bukan kah dia istrimu ???

kembali mungkin kau berfikir tentangnya saat kau pandangi ia…..

Dia tengah memunculkan raut asli nya dalam kondisi pakaian dinasnya, berpasang wajah tanpa vermak berbasuh keringat dengan wangi khasnya. Sungguh, ia sedang bertugas…..

Dia lah wanita yang telah kau setujui agama, akhlaq dan parasnya bukan ???

Sedu sedannya pun tak kunjung henti

“Halah, mudah sakit hati sekali orang ini ……..!!!”

Dan…

Lanjut Baca »

Dauroh Muslimah Ummahat

Ini kupersembahkan untukmu para ukhty yg senang dengan status bahagianya sbg Thalibul ‘ilmy…..

Buat ikhwannya juga ada looh ^_^

dauroh-muslimah-1

I’m Come Back ……..

Ana kembali Insya Allah, sahabat…. ^_^

Tak akan sesering di awal memang tp Insya Allah niatanku menjadikan sesuatu yg maya berwujud nyata dalam makna yg lebih luas

Hanya ingin berbagi tak lebih…..

Tiap hari Jum’at Insya Allah akan ada postingan baru

Tuk berbagi, padamu sahabat

Padamu yg senang tuk sama2 belajar merintis generasi Rabbani dari keturunannya

Ku tuliskan goresan ilmu yg kuraih tiap pekannya dalam bina bingkai pernikahan kami…

Untukmu yg rindu menikah…….

Untukmu yg rindu miliki anak2 shalih yg menyenangkanmu…….

Tak Selamanya……

Sahabat, tak selamanya kuhadir disini

Tak selamanya Qt bersua lewat goresan

Dunia maya yg begitu melenakan telah membuat diri yg semula begitu menikmati samudera ilmu yg terpampang luas menjadi risau dibuat

Sahabat,
lama tak berbagi…
Lama tak berpeluk luap rindu
Dikarenakan banyak tangan jahil menerpa
di lain sisi pun kesibukkan kian menghimpit waktu
Sahabat,
Jika kau pecinta dunia maya ini
Camkanlah bahwa sesuatu yg maya bukanlah tujuan yg indah
Banyak tipu dan rayu melenakan
Sahabat,
jika kau adalah sosok yg rela berkorban uang demi meneguk nikmat maya ini
ketahuilah bahwa hartamu memompa liur kawan di jalan sana
Sahabat,
Jika kau adalah pejuang tangguh yg tak lelah berada di depan monitor
Ingatlah bahwa waktumu tetap meruncing
Bak Pedang yg siap menghunus nyawa2 lalai
Anehnya,
Ada yang landaskan kata tuk ini bahwa karena da’wah ia jalankan kehidupan mayanya namun nyatanya terjeremab pula ia pada melankolisnya cinta maya….
Ada yang landaskan hanya tuk berbagi kisah namun nyatanya bak ia sia-sia luangnya tuk canda semata yang berujung makna sedikit jua…..
Mungkin jika hanya sesekali…
Mungkin jika khilafnya yang segera tersadari….
Sahabat,
ku kata ini karena cintaku pada kalian
ku kata ini bukan karena ku tak tergoda dg kemayaan yg pasti semu ini
Tapi, ku kata ini karena sempat ku tergoda jua padanya
_________***_________
Mari sahabat, kita sama2 belajar berbenah diri
Salam hangat dari seorang sahabat hina

Ana sayang anti…….ana kangen banget……ana bersyukur bisa nikah ma anti

Wanita mana yang tidak terbuai dengan kata-kata manis yang terucap demikian ?? Tentulah keindahan ini hanya akan berbuah kebahagiaan sejati tatkala teruntai pada mahligai suci Sunnah Rosulillah Shalallahu ‘Alaihi Wa salam. Pastinya noda tertoreh, fitnah merajai manakala tak mengikuti Kehendak-Nya.

Sungguh saudariku, indah terasa balasan penjagaan terhadap diri di dunia dan di akhirat dari-Nya. Engkau kan merasa cukuplah hanya balasan dari-Nya….Indah yang tak terbilang tatkala mendengar satu kata keluar dari lisan insan yang Allah gariskan tuk cintaimu dan bukan cinta sebelum masa petiknya.

ayat2.jpg

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)

Memang tak ada yang menyalahi jika kau jatuh cinta pada sosok indah. Adalah wajar cinta dan mencintai tapi layaknya buah ranum, makin sedap jika pada waktu siap panen namun waktu sedemikian akan membusuk jika tersimpan terus. Maka tak ada jawaban yang lebih mulia selain PERNIKAHAN.

Terkadang banyak duri terlihat dalam daging dapat kita sebut bagi mereka para makhluk mulia yang Allah telah anugerahkan ilmu padanya. Pengakuan lisan sebagai Ath-Tholibul ‘Ilmy namun Alakulihal, ia lah duri yang termaksud. Akhlaqnya….tak tercermin dalam pakaian yang disebutnya pakaian taqwa. Pacaran ala ikhwah ?? Bertelpon-telpon ria atau sms ??? chating ??? tanpa keterdesakkan….atau dengan alasan ta’aruf tuk menuju mahligai pernikahan ??? (tapi, koq tenggang waktunya lama)

Kalau belum siap jujurlah pada diri dan tahan syahwat mu yang menajdikan kau khilaf tuk “Katakan Cinta” pada si bukan hak mu. Maka, menikahlah saudaraku….

Ini juga Penting Ukhty…..

Jilbab bukan hiasan

Jilbab bukan hiasan

Masih menyepelekan penampilan ??? Hmm…ga terlalu masalah (daripada bersolek di luaran ?!), yang menjadi masalah adalah manakala kita menyepelekan perawatan diri_wujud syukur. Terlebih jika di hadapan suamimu…Perhatikan benar mata dan hidungnya terhadapamu dan yang melingkupinya. Mari sama-sama belajar percantik diri di hadapan suami atau pula sekadar merawatnya. Di mulai dari bagian teratas, di sini ana hadirkan tips-tips yang disadur dari beberapa sumber bagi ukhty yang dimuliakan Allah, tentang bagaimana merawat bagian mahkotamu yang selalu kau jaga dengan kain kemuliaan itu.

Sebagai mukminah, tentulah mengetahui tentang wajibnya mengulurkan jilbabnya sebagaimana Allah perintahkan :

“Wahai Nabi ! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin , “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)

Lanjut Baca »

Akhirnya Hari itu Tiba…

Berdebar rasanya menanti hari-hari puncak luapan cita tuk jadi Insan Mulia… (Semoga tak hanya Cita)

PERNIKAHAN… hmm, siapa yang tak suka mendengar kata manis ini.

” Dan diantara tanda-tanda (Kebesaran) Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan utukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram padanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”


Terlintas pertanyaan berat dalam benak, “Apa iya, dia memang orang yang Allah takdirkan tuk jadi pasanganku ???”………. “Apa aku kan mampu menjadi labuhan ketenteraman hatinya ???”

Entahlah……

Rabb, kubenamkankan segala khayal yang mungkin tak nyata

Cita pada Cinta di mula tak berakhir kata dan hanya terputus hampa

Meski harap pada-Nya tuk hadirkan ia masih ada….

Tetaplah, tak ingin ku urung langkah menuju Mahabbah-Nya….Ridha-Nya….

Rasa khawatir yang menghantui……..akan fitnah yang menerjang

Tak layak ku tolak ia

Keraguan……Kebimbangan……katanya selalu ada di kala hari demikian

Bismillah….Akhirnya, ku ayun langkah dengan turut meyakinkan

Beriring kepasrahan jiwa Insan lemah



Jangan Katakan itu

Romantisme ala ikhwahMengapa begitu mudah muncul paham-paham yang entah jadi membuatku aneh.

Dan ini pula yang banyak membuat anggapan saudara2 kita sesama muslim di luaran sana turut memicingkan matanya tatkala melihat kita. Akhirnya, yang sebagian menodai seluruh dengan terabaikan sisi murni darinya.

Saudaraku, ku yakin sekali kau memang rajin dalam menghadiri kajian. Engkau pun begitu kuat memegang perinsip Aqidahmu.

Tapi saudaraku, mengapa hal itu kau benarkan ???

Entah, mungkin karena pemahaman diri ini yang masih kurang. Tapi, sungguh amat risih kudengar sentilan tajam yang memekakkan telinga. Engkau yang dengan anggun menjulurkan jilbabmu…Engkau yang begitu perkasa pelihara janggut tanpa ber-ishbal….tapi, engkau jua lakukan itu ??

Iya, ku tahu……

Engkaupun manusia, sama sepertiku yang tak luput dari dosa dan khilaf

Tapi kemesraanmu padanya amat tak layak……

Tidak kah kau malu jika Allah Cemburu ????

Saudaraku, semoga Allah maafkan ku dan saudara2 ku…..Aku hanya mencoba belajar….

Kata-kata yang kau rangkai dengan indah bertautkan permata kasih yang sungguh jika kau bingkiskan itu pada permaisuri sah-mu……..pastilah indah nian terdengar hingga ke sudut ruang terkecilpun. Sayang, kau katakan itu pada telinga yang tak patut terbuai karenanya….

Kau buat harapan pada penantiannya atau kau buat angan kosong menyakiti hati lembutnya. Atau kau jua buka ruang tuk salahnya pada hati lembutmu…..

Entahlah, yang pasti…hanya akad suci yang mengesahkan indah terjadinya karena bertaut nama Rabbul ‘Alamiin. Tidak hitbah…tidak juga cincin anggapanmu itu.

Alhamdulillah………

Bismillahirrohmanirrohiim…..

Berawal dari dorongan seorang sahabat yang semoga Allah memuliakannya, maka lahirlah blog sederhana ini. Ia terus menerus membantu meski tak pernah diminta, saking baikknya dia rela direpotkan oleh ana yang masih bodoh. Ia pun tak luput beri masukkan berarti dan menyumbangkan tulisannya yang luar bisa indahnya pada blog hina ini. Bermodal kesenangan dalam menulis dan berpuisi, satu per satu tulisan ana terbitkan.Yah, hanya tulisan wanita yang ingin belajar….tak lebih. Terima kasih sahabat…..Jazakallah Khoir…..

Lanjut Baca »

Adik-adik kecilku...

Adik-adik kecilku...

Tak banyak berani ku tengok tangis mu

Luka ini belum mengering turut jua segera ditimpa luka baru

Tak tega…..Sungguh

Tak banyak yang bisa kuberi untukmu

Cukup lah Sang Penggenggam Ruh mengetahuinya

Tak berarti……..mungkin

Saat Bom-bom itu menghujam adik-adik kecilku….

Saat zionis laknatullah hancuri kehormatan saudari-saudariku….

Bukan berarti kuingin menari di atas lukamu, Sungguh

Bukan berarti kunikmati deritamu, Tidak sama sekali

Kumencintaimu….Palestinaku

Tapi, ruang ini terbuka tanpa disengaja

Sebelum ku ketahui kau terluka dalam saat ini

Maafkanku….Palestinaku……

Ku kan coba pastikan cinta untukmu mendapat ruang tersendiri di kalbu

Percayalah, bumi turut menyaksikan gemparnya kebiadaban Yahudi terlaknat

Desiran ombak di samudrapun turut merasakan mengalirnya darah-darah para pejuangmu

Bahkan, amisnya telah membuat seantero jagat turut mencium kebengisan para musuh Allah Ta’ala

Kapankah pertolongan Allah datang ???

Yakinlah saudaraku….

Kembalilah pada-Nya dengan dekapan ketaqwaan dan kemurnian Aqidahmu

Ku yakin, senyummu kan merekah

Jika mungkin belum sekarang, mungkin esok

Atau pula di Jannah-Nya kelak

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »