Wahai akhy…….

Cukup Allah bagiku
Kenapa kau pandangi ia demikian ?? Bukan kah dia istrimu ???
kembali mungkin kau berfikir tentangnya saat kau pandangi ia…..
Dia tengah memunculkan raut asli nya dalam kondisi pakaian dinasnya, berpasang wajah tanpa vermak berbasuh keringat dengan wangi khasnya. Sungguh, ia sedang bertugas…..
Dia lah wanita yang telah kau setujui agama, akhlaq dan parasnya bukan ???
Sedu sedannya pun tak kunjung henti
“Halah, mudah sakit hati sekali orang ini ……..!!!”
Dan…
Ya Allah, banyak yang tak ku kira !!!
Mungkin vermaknya terlalu komplit saat ta’aruf……..
Ternyata, makin ku kenali ia makin kesal kudibuat
Ku harap, saat lelah sepulang kerja….ada bidadari yang menyambutku dengan hidangan lezat terhidang di meja
Tapi….
Masakan asin ! Wajahnya…?? tak jauh membosankan
Dan…….
Lagi-lagi terjadi konflik…adu mulut (cerewet sekali dia, tak mau menurut !!!) Hampir-hampir ku pukul dia
Ini yang membuatku tak senang tuk pulang temuinya
Ternyata…tak seindah lamunan
________*****__________
Bukankah telah kau selidiki ia……..??
Tak yakin kah kalau Allah telah menghadirkan yang terbaik bagi mu……???
Lalu, pertanyakanlah :
Apa Tujuanmu Menikah ???
Karena Parasnya ??? Saat sudah tak cantik lagi bagaimana !!!
Karena Ibadahnya ??? Saat ia futur bagaimana !!!
Maka, perbaiki niatan itu di awal…karena menikah itu penuh dengan tantangan dan haru biru penghadangnya. Betapa tidak, Allah janjikan Jual-Beli yang menjanjikan atasnya.
Sungguh, hanya Allah yang kekal…
Saat sifat aslinya makin kau kenali, meski di luar harapan….maka hanya kebaikkan yang tetap kau usahakan tanpa kecewa.
Karena kau nikah karena IA, bukan karena istrimu
Katakan pada hatimu ketika di awal : “Kau boleh cantik, tapi jangan harap ku kan jatuh dalam jebakkan itu !”
“Kau boleh terlihat ‘alim, sesuai dengan kriteria2 ku….tapi ku nikahi kau bukan karena mu !”
Jika kau nikahi ia karena Allah…maka tak peduli lagi jika kau temui hal yang tak kau harapkan. Kecintaan pada Rabb-mu kan menyadarkanmu bahwa kau lah pemimpin baginya yang berkewajiban meluruskan salahnya….memperbaiki kurangnya….mengajarkan yang sesuai dengan Titah-Nya.
_hanya goresan pengalaman kami_











hmmm…. ^_^
hmmmmmm
ya aku paham.
tapi banyak hal yang tak bisa terungkap disini,
aku jadi bingung komentnya aduh gimana nih jadi grogi
ya Mungkin karena Allah tapi yang mendorong karena Allah bisa jadi karena kecantikannya, karena ilmunya dan bisa jadi karena Hartanya.
Gimana kabar UKhti?
Nasihat yang bermanfaat. Barakallahu fiiki.
Seorang yang berilimu, tentu tahu untuk apa dia menikah.
Adapun setelahnya, penting untuk menyadari keterbatasan seseorang. Mengajarkan kebaikan satu sama lain. Sehingga sama-sama sadar dan memaklumi kekurangan satu-sama lain.
Waspada pada perkara kecil yang bisa memicu konflik rumah tangga. Jangan mudah terpancing.
Saya pernah membaca buku kisah nyata tentang pernikahan, baik gembira maupun sengsara, miris sekali.
Seorang yang shaleh sekarang, belum tentu menjamin dia akan shaleh seterusnya.
Istiqamah itu kuncinya.
Banyak yang harus dipersiapkan. Perjalanan amsih panjang, teman..
subhanallah,..
untuk selalu perbaiki niat karena Allah
untuk merenda hari esok dengan Ridho-Nya
untuk selalu bersyukur atas Rezki dari-Nya
kesempurnaan adalah ketika kita saling menerima kekurangan
syukran ya ukhty sayang,..postingan yang sangat menarik
Terima kasih tulisannya…
Sangat menyentuh…
Andaikan saat ini hadir seorang bidadari di depanku…
Yang beliau ikhlash untuk dinikahi hanya karena Allah, maka ku sungguh akan sangat bahagia sekali jika beliau mau menjadi pendamping hidupku…yang mengisi hari2 dan waktuku…untuk selalu bisa mendekatkan ku pada-Mu..
kapan yahh…????
wah bagus sekali .menikah karena alloh .ingin membimbing istri n menyelamtkan istri dr api neraka. kuncinya sabar n istiqomah